Friday, January 3, 2020

Tugas Artikel Feature Tokoh


Nama   : Vita Risca Melinda                                                        Cirebon, 3/1/20
Npm    : 217050001

Feature Tokoh

                               
Wah Ini Dia, Sosok Yang Akan Memajukan Dunia Pendidikan Indonesia

CIREBON - Nadiem Makarim Pendiri Gojek lahir di Singapura, 4 Juli 1984. Ia memiliki ayah bernama Nono Anwar Makarim yang berasal dari Pekalongan yang berprofesi sebagai pengacara dan ibu bernama Atika Algadrie dari Pasuruan yang bekerja di bidang non-profit. Nadiem Makarim memiliki dua saudara perempuan. Istri Nadiem Makarim bernama Franka Franklin, mereka menikah pada tahun 2014 yang lalu. Dari pernikahannya ini, Nadiem makarim mempunyai anak bernama Solara Franklin Makarim. Nadiem Makarim mulai bersekolah SD di Jakarta, kemudian ia lulus SMA di Singapura, dari Singapura ia kemudian melanjutkan pendidikannya di jurusan International Relations di Brown University, Amerika Serikat, setelah itu Nadiem menjanjutkan S2 di Harvard University dan meraih gelar Master of Business Administration. Nadiem pernah bekerja di perusahaan bertaraf Internasional sebelum menjadi pendiri Gojek. Nadiem juga pernah meraih penghargaan bergengsi diantaranya pada tahuan 2019 Nadiem menjadi tokoh termuda se-Asia yang menerima penghargaan Nikkei Asia Prize ke-24 untuk Inovasi Ekonomi dan Bisnis.
Pemilihan dan Pengangkatan Nadiem
            Nadiem Makarim resmi menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Kabinet Indonesia Maju. Pendiri GoJek tersebut dikenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (23/10/2019), bersama dengan jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Sebagai Mendikbud yang baru, Nadiem mengaku bakal menghadapi tugas berat untuk memajukan Sumber Daya Manusia Indonesia lewat pendidikan. Pemilihan dan pengangkatan Nadiem menuai pro dan kontra, namun menurut saya sendiri Nadiem layak untuk menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Karena kebutuhan lingkungan dunia pendidikan dan pekerjaan akan selalu berubah untuk itu didalamnya diperlukan orang yang benar-benar mengerti penggunaan teknologi dan internet.
Gebrakan Nadiem Makarim
            Pada saat ditanya perihal visi yang dimiliki Nadiem, Nadiem menjawab saya tidak miliki visi misi, bagaimana bisa? seperti yang tertulis dalam Joss.co.id “Saya enggak punya visi misi sendiri, hanya ada satu, yaitu visinya presiden. Tapi saya menginterpretasi visi tersebut melalui beberapa poin. Ada lima grup,” katanya di depan anggota DPR Komisi X di ruang rapat, Komplek Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (6/11).  Nadiem membaginya menjadi 5 poin yaitu, yaitu pendidikan karakter, pendidikan karakter, menurutnya yang terjadi saat ini dengan besarnya peran teknologi dan semua informasi, jika SDM tidak punya karakter yang kuat, maka akan tergerus dengan informasi yang tidak benar, kedua yaitu tentang deregulasi dan debirokratisasi, ketiga yaitu meningkatkan investasi dan inovasi, keempat yaitu penciptaan lapangan kerja dan yang terakhir yaitu pemberdayaan teknologi. Bukan hanya itu, Nadiem juga memiliki program “Merdeka Belajar”. Program tersebut ialah Penilaian USBN komprehensif yang mana guru dan sekolah lebih merdeka dalam penilaian hasil belajar siswa, UN 2020 jadi UN yang terakhir, selanjutnya adanya program penyederhanaan RPP, dan program yang terakhir yaitu sistem zonasi. Dengan adanya gebrakan-gebrakan tersebut diharapkan pemerintah daerah dan pusat dapat bergerak bersama dalam memeratakan akses dan kualitas pendidikan. Pendidikan di Indonesia ini masih butuh perhatian yang cukup jadi menurut saya terobosan-terobosan yang di buat oleh Nadiem Makarim cukup menarik sebab terobosan tersebut dapat mengembangkan  SDM yang siap kerja, siap usaha, namun semua kembali lagi kepada kesadaran kita semua sebab mau adanya gebrakan dan inovasi secanggih apapun, kalau kita malas belajar, ya tetap saja itu tidak berpengaruh untuk masa depan kita.




Tugas kata tidak baku di media sosial (IG) dan cara penyerapannya



Nama   : Vita Risca Melinda
Npm    : 217050001

Data Tidak Baku dan Baku Dalam Media Sosial Ig (Status dan Komentar Ig Teman-Teman) Edisi Bulan Desember 2019 dan Analisis Cara Penerapannya


No

Data

Temuan

Hasil Analisis
1.
@titin_smyt : Natural
Natural
“Natural” (Indonesia) berasal dari kata “Nature” (Inggris) kata serapan masuk kedalam bahasa Indonesia dengan cara “kreasi”  termasuk kata baku.
2.
@diahrhmwt : Tencuuu gaesss udah telat setaun ya ini tuuuh
Tencuuu
Kata “Tencuuu” jika dilihat dari bahasa Inggris penulisannya yaitu “Thank You” dan jika diartikan dalam bahasa Indonesia artinya adalah “Terima Kasih” jadi kata “Tencuuu” bukan kata baku melainkan kata gaul.
3.
@fenyasyalis : Yuhuu pizza nya gede banget
Pizza
Kata pizza berasal dari Italia, kata pizza termasuk dalam kata serapan dengan cara adopsi karena penyerapan makna secara langsung tanpa ada perubahan sama sekali, baik konsepnya maupun maknanya.
4.
 @iriyanti9 : Seneng banget bisa jadi vokalis terbaik di acara pks wkwkw
Vokalis
Kata vokalis berasal dari Inggris, kata vokalis termasuk dalam kata serapan dengan cara adopsi karena penyerapan makna secara langsung tanpa ada perubahan sama sekali, baik konsepnya maupun maknanya.
5.


@milhamrr : Lagu favorit kamu kalo pulang pagi
Favorit
Kata Favorit berasal dari bahasa Inggris yaitu favorite,  kata favorit termasuk dalam kata serapan dengan cara adaptasi karena penulisannya disesuaikan dengan bahasa Indonesia, hanya mengadaptasi konsep dan maknanya.
6.
@ila_maulaa : Pengen banget kek aktor Maudy Ayunda
Aktor
Kata Aktor termasuk dalam kata Baku yang berasal dari kata Actor dari bahasa Inggris, kata Aktor termasuk dalam kata serapan dengan cara adaptasi karena penulisannya disesuaikan dengan bahasa Indonesia, hanya mengadaptasi konsep dan maknanya.

Sunday, November 24, 2019

Acara Bulan Bahasa



Nama   : Vita Risca Melinda
NPM   : 217050001


Berita Acara Bulan Bahasa

            Pada hari senin, tepatnya tanggal 18 November 2019 pukul 08.00 WIB berhubungan  diadakannya acara kegiatan “Bulan Bahasa ke-14” yang diselenggarakan oleh HMJ DIKSATRASIA maka, seluruh mahasiswa FKIP UGJ khususnya mahasiswa prodi Diksatrasia wajib berpartisipasi dalam acara tersebut. Seluruh kegiatan perkuliahan sementara dialihkan untuk mengikuti dan berpartisipasi dalam acara tersebut.
            Acara tersebut berlangsung selama enam hari, mulai senin sampai dengan sabtu. Acara tersebut terdiri dari beberapa jenis pelombaan yang diikuti oleh pelajar SMP/SMA, serta Kegiatan seminar yang diikuti oleh mahasiswa dan terbuka untuk umum. Jenis perlombaan tersebut diantaranya yaitu, lomba membaca puisi, musikalisasi puisi, dan membaca berita. Adapun runtutan jadwal kegiatan tersebut yaitu, hari senin dan selasa membaca berita tingkat SMA yang diikuti oleh 77 orang peserta dengan judul puisi antara lain Ceritakanlah ini kepada siapapun karya Wiji Tukul, Sajak negeri teka-teki karya Gus Mus, dan Sajak Palsu karya Agus R Sajono. Hari rabu yaitu lomba musikalisasi tingkat SMA/SMK yang diikuti oleh 13 orang peserta. Hari kamis yaitu lomba membaca puisi tingkat SMP yang diikuti oleh 77 orang peserta. Jumat yaitu lomba membaca berita tingkat SMA/SMK yang diikuti oleh 43 orang peserta. Serta di hari sabtu yaitu kegiatan seminar yang diikuti oleh mahasiswa dan terbuka untuk umum.
            Pada acara seminar tersebut diselenggarakan oleh pihak HMJ DIKSATRASIA yang bekerjasama dengan pihak Pasca Sarjana, sehingga acara seminar tersebut berlangsung secara tertib dan terlihat kerjasama anatar HMJ DIKSATRASIA dengan pihak Pasca Sarjana saling membantu, dan melengkapi kekurangan satu sama lainnya. Pada acara seminar tersebut, terdapat tiga pemateri yaitu, Prof. Dr. H. Suherli Kusuma., M.Pd. , Dr. Seno Gumira Ajidarma, S.Sn., M.Hum. , Asep Rahmat Hidayat, S.S., M. Hum. Pada acara seminar tersebut membahas tentang kemajuan bahasa, anggapan tentang sastra serta formasi mata pelajaran yang akan di bentuk formasi baru. Pada puncak acara seminar tersebut pula diumumkan pemenang-pemenang lomba. Diantaranya yaitu pemenang lomba musikalisasi puisi juara 1 yang diraih oleh SMAN 1 Kuningan, juara 1 lomba membaca berita yaitu diraih oleh SMA ADVENT, dan juara 1 lomba membaca puisi yaitu diraih oleh SMKN 1 Cirebon.
            Demikianlah laporan berita acara perlombaan Bulan Bahasa, yang diadakan oleh HMJ DIKSATRASIA dan kegiatan seminar Bulan Bahasa yang di selenggarakan oleh HMJ DIKSATRASIA dan bekerjasama dengan pihak Pasca Sarjana.

Thursday, October 10, 2019


Nama : Vita Risca Melinda
NPM  : 217050001


Pengalaman Menggunakan Bahasa Indonesia di Lingkungan Sunda

PENTINGNYA MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA
Pada saat itu saya baru lulus SMA,  saya dan teman-teman memutuskan untuk berlibur ke Bandung, tentu rencana liburan tersebut sudah terencana jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, segala hal yang diperlukan selama berlibur, sudah saya siapkan. Kami  memilih tempat di Pedesaan, dikarenakan kami ingin menghirup udara yang segar. Namun, saat sampai di sana, saya dan teman-teman merasa kesulitan untuk berkomunikasi dengan penduduk sekitar yang umumnya menggunakan bahasa Sunda karena kami terbiasa menggunakan bahasa Jawa untuk berkomunikasi sehari-hari. Kami lebih memilih untuk menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan penduduk sekitar sebab kami tidak ingin ada salah tafsir yang terjadi antara kami dan penduduk sekitar.

Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu masyarakat Indonesia, memang benar jika bahasa Indonesia dijadikan bahasa penghubung antardaerah di Indonesia. Hal inilah yang dilakukan oleh saya dan temen-teman selama kami berada di Bandung, namun tetap saja, walaupun saya dan teman-teman menggunakan bahasa Indonesia dan penduduk sekitar menjawab dengan bahasa Indonesia pula, tetapi, penggunaan bahasa Indonesia yang digunakan terlihat berbeda, bukan mengubah makna bahasanya, namun, ini tentang gaya yang digunakannya berbeda, serta nada yang digunakannya kerap kali terdengar berbeda. Baik saya dan teman-teman ataupun penduduk sekitar, terkadang malakukan pencampuran bahasa Indonesia, dengan dialek bahasa daerahnya masing-masing. Meskipun ada pencampuran bahasa Indonesia dengan bahasa daerah, akan tetapi, peran bahasa Indonesia sangat membantu saya dan teman-teman untuk berkomunikasi sehari-hari. Walaupun ada kata-kata yang kurang dimengerti yang diucapkan penduduk sekitar, tetapi, dengan adanya pencampuran bahasa Indonesia dan bahasa Sunda yang digunakan oleh penduduk sekitar,  saya merasa sangat terbantu dan dapat dengan mudah memahami apa yang penduduk sekitar ucapkan. Begitu juga sebaliknya. Itulah pentingnya bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu masyarakat Indonesia.

Tugas Artikel Feature Tokoh

Nama    : Vita Risca Melinda                                                         Cirebon, 3/1/20 Npm     : 217050001 Feature T...